GAS IDEAL
DAN PENERAPANNYA DALAM
ILMU KIMIA
A.Pengertian gas ideal
Gas ideal
merupakan gas hipotesis yang memiliki molekul yang dipantulkan satu sama
lain (dalam batas-batas wadah mereka) dengan elastisitas yang sempurna dan
memiliki ukuran yang diabaikan, dan dimana gaya antar molekul yang bekerja
antara molekul tidak bersentuhan satu sama lain juga diabaikan. Gas tersebut
akan mematuhi hukum gas (seperti hukum Charles dan hukum boyle) tepat pada
semua suhu dan tekanan. Gas yang paling actual yang bertindak kurang lebih
sebagai gas.
Gas ideal
didefinisikan sebagai salah satu dimana semua tumbukan antara atom dan molekul
bersifat elatis sempurna dan dimana tidak ada kekuatan menarik
antarmolekul.sesuatu memvisualisasikannya sebagai kumpulan bola sempurna keras
yang bertabrakan tetapi di nyatakan tidak berinteraksi satu sama lain. Dalam
gas seperti itu, semua energy internal dalam bentuk inergi kinetic dan
perubahan energi internal disertai dengan perubahan suhu.
Gas ideal dapat
dicirikan oleh tiga variable keadaan : Tekanan Mutlak (P), Volume (V), dan Suhu
Mutlak (T). hubungan antara mereka dapat disimpulkan dari teori kinetic dan
disebut :
PV = n RT = NkT
·
n =
Banyak nya mol
·
R =
Universal gas konstan 8,3145 J/mol K
·
N =
Jumlah molekul
·
K =
konstanta Boltzman 1,38066 X 10-23 J/K = 8,617385 X 10-5 Ev/K
·
NA =
Avogadro nomor 6.0221 x 1023 / mol
B.Sifat-sifat gas ideal
Sifat gas ideal
adalah sebagai berikut :
1) Terdiri atas partikel yang banyak sekali
dan bergerak sembarang.
2) Setiap partikel mempunyai massa yang sama.
3) Tidak ada gaya tarik menarik antara
partikel satu dengan partikel lain.
4) Jarak antara partikel jauh lebih besar
disbanding ukuran sebuah partikel.
5) Jika partikel menumbuk dinding atau
partikel lain, tumbukan dianggap lenting sempurna.
6) Hukum Newton tentang gerak berlaku.
7) Gas selalu memenuhi hukum Boyle-Gay Lussac.
Dari berbagai sifat diatas, yang paling
penting adalah tekanan gas. Misalkan suatu cairan memenuhi wadah. Bila cairan
didinginkan dan volumenya berkurang, cairan itu tidak akan memenuhi wadah lagi.
Namun, gas selalu akan memenuhi ruang tidak peduli berapapun suhunya. Yang akan
berubah adalah tekanannya. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas
adalah manometer. Prototype alat
pengukur tekanan atmosfer, barometer,
diciptakan oleh Torricelli. Tekanan didefinisikan gaya persatuan luas, jadi
tekanan = gaya/luas. Dalam SI, satuan gaya adalah Newton (N), satuan luas m2,
dansatuan tekanan adalah pascal (Pa). 1atm kira-kira sama dengan tekanan
1013hPa. 1atm =1,01325 x 105 dan Pa = 1013,25 hPa. Namun, dalam
satuan non-SI unit, Torr, kira-kira 1/760 dari 1atm, sering digunakan untuk
mengukur perubahan tekanan dalam reaksi kimia.
Berdasarkan
sifat gas ideal, anda telah mengetahui bahwa setiap dinding ruang tempat gas
berada, mendapat tekanan dari tumbukan partikel-partikel gas yang tersebar
merata di dalam ruang tersebut. Missal nya partikel yang berada didalam ruang
berbentuk kubus dengan panjang rusuk kubus L massa partikel tersebut adalah m
dan kecepatan partikel menurut arah sumbu x dinyatakan sebagai vx.
jika partikel gas ideal tersebut menumbuk dinding ruang, tumbukan yang terjadi
adalah tumbukan lenting sempurna. Oleh karena itu, jika jika kecepatan awal
partikel saat menumbuk dinding A adalah +vx, kecepatan akhir
partikel setelah terjadinya tumbukan dinyatakan sebagai –vx.
perubahan momentum (Dpx) yang dialami partikel adalah Dpx
= Pakhir – Pawal = -mvx – (mvx) =
-2mvx. setelah menumbuk dinding A, partikel gas ideal tersebut
menumbuk dinding B. demikian seterusnya, partikel gas tersebut akan bergerak
bolak-balik menumbuk dinding A dan dinding B. dengan demikian, anda dapat
menghitung selang waktu antara dua tumbukan yang terjadi pada dinding A dengan
persamaan. Pada partikel gas tersebut menumbuk dinding, partikel memberikan
gaya sebesar FX pada dinding. Pada pelajaran mengenai momentum besar
gaya yang terjadi pada peristiwa tumbukan sama dengan laju perubahan momentumnya
(F = Dp/Dt). Dengan demikian, besar gaya FX tersebut dapat diketahui.
Jika didalam ruang berbentuk kubus tersebut terdapat sejumlah N partikel gas,
yang kecepatan rata-rata seluruh molekul gas tersebut dinyatakan dengan VX,
gaya yang dialami dinding dinyatakan sebagai Ftotal. Dengan demikian
anda dapat mencari besarnya tekanan (p) yang dilakukan oleh gaya total (Ftotal)
yang dihasilkan oleh N partikel gas ideal tersebut pada dinding A. oleh karna
luas dinding adalah perkalian antara dua panjang rusuk dinding (A = L2)
maka persamaan tekanan pada dinding dapat ditulis dengan :
Pv = Nmvx2
Dengan
: p = tekanan pada dinding.
V = volume ruang.
HUKUM GAS IDEAL
Hukum gas ideal merupakan
kombinasi dari Hukum Boyle, Hukum Charles dan Hukum Avogadro.

Hubungan yang menunjukkan bagaimana volume gas bergantung pada tekanan,
temperatur dan jumlah mol gas dapat ditunjukkan oleh persamaan matematis:
Dimana R adalah konstanta gas universal. Nilai dari R ialah 0.08206 L
atm/K mol. Persamaan diatas lebih dikenal lagi dengan bentuk:

Hukum Gas ideal adalah
persamaan keadaan untuk gas, dimana kondisi gas pada waktu tertentu
dideskripsikan oleh persamaan matematis. Hukum gas ideal ini merupakan
persamaan empiris yang telah diuji untuk beberapa gas. Gas yang mengikuti hukum
gas ideal ini disebut gas ideal. Hukum gas ideal dapat digunakan untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan terutama mengenai sifat gas.
GAS IDEAL DALAM ILMU KIMIA
Gas ideal dalam ilmu kimia dapat berupa
hukum-hukum gas berikut ini :
1.
Hukum
Boyle
Hukum Boyle adalah salah satu dari banyak
hukum kimia dan merrupak kasus khusus dari hukum kimia ideal. Hukum Boyle
mendeskripsikan kebalikan hubungan proporsi antara tekanan absolute dan volume
udara, jika suhu tetap konstan dalam system tertutup hukum ini berbunyi “untuk jumlah tetap gas ideal tetap disuhu
yang sama, P(tekanan) dan V(volume) merupakan proporsional terbalik (dimana
yang satu ganda, yang satunya setengahnya).”

Dengan tabung
berbentuk J yang ditutup pada bagian ujungnya (seperti pada gambar), ia
memasukkan raksa cair (Hg), kemudian diukur tekkanan yang diterima gas di dalam
tabung dan volume dari gas. Kemudian dalam tabung J ditambahkan lagi raksa
cair, sehingga tekanan dalam gas dalam tabung meninggkat dan volume gas dalam
tabung semakin kecil. Pengukuran ini dilakukan hingga diperoleh beberapa data
dari eksperimen Boyle.

Dari eksperimen boyle ini diperoleh kesimpulan berupa konstanta yang
dinyatakan dalam persamaan:
PV = K
Dimana K merupakan konstanta
2.
Hukum
Charles
Hukum Charles dapat dinyatakan sebagai jika
wadah yang ditempati oleh sampel gas pada gas tekanan konstan maka volume
berbanding lurus dengan suhu.
V / T = Konstan
Dimana
V= Volume
T
= Temperatur (diukur dalam Kelvin)
Hukum Charles
dapat disusun menjadidua persamaan berguna lainnya.
V1 /
T1 = V2 / T2
Dimana
V1 = Volume awal
T1
= Suhu awal
V2
= Volume akhir
T2
= Suhu akhir

Grafik pengamatan Charles
FENOMENA YANG TERKAIT DALAM GAS IDEAL
Fenomena yang terkait dalam gas ideal dapat
berupa contoh seperti berikut ini :
1.
OMasuknya
telur kedalam botol, dimana mulut botol lebih kecil dari pada telur setelah
dimasukkan korek api yang menyala kedalam botol.
Saat
mulut botol ditutup dengan telur maka jumlah mol (n) gas oksigen (o2)
didalam botol akan semakin berkurang (pembakaran memerlukan oksigen). Sesuai
dengan persamaan gas ideal yaitu pV = n RT, dimana jumlah mol gas (n) berbanding
lurus dengan tekanan gas, sehingga saat jumlah mol oksigen (o2)
berkurang didalam botol, maka tekanan (p) didalam botol juga berkurang. Hal
tersebut menyebabkan tekanan di dalam botol lebih kecil dibandingkandiluar
botol (pdalam < pluar) sehingga seolah-olah telur
terdorong kedalam botol.
2. Terserap nya air setelah lilin ditutup
dengan gelas.
Karena
lilin yang menyala ditutup dengan gelas maka jumlah mol (n) gas oksigen (O2)
Didalam gelas akan semakin berkurang (pembakaran memerlukan oksigen). Sesuai
dengan persamaan gas ideal yaitu Pv = n RT, dimana jumlah mol gas (n)
berbanding lurus dengan tekanan gas sehingga saat jumlah mol oksigen (O2)
) berkurang didalam botol, maka tekanan (p) didalam botol juga berkurang. Hal
tersebut menyebabkan tekanan di dalam botol lebih kecil dibandingkandiluar
botol (pdalam < pluar) sehingga seolah-olah telur
terdorong kedalam botol.
CONTOH SOAL
- Massa jenis nitrogen 1,25 kg/m3 pada tekanan normal. Tentukan massa jenis nitrogen pada suhu 42º C dan tekanan 0,97 105 N m-2?
Penyelesaian:
r1 = 1,25 kg/m3
p1 = 76 cm Hg
T1 = 273 K
T2 = 315 K
p2 = 0,97 . 105 N m-2
p1 = 76 cm Hg
= 76 . 13,6 . 980 dyne/cm3
= 101292,8 N m-2
r2 = 0,9638 kg/m3
- Di dalam sebuah tangki yang volumenya 50 dm3 terdapat gas oksigen pada suhu 27º C dan tekanan 135 atm. Berapakah massa gas tersebut?
Penyelesaian:
R =
0,821 lt atm/molº k
p =
135 atm
V =
50 dm3
T =
300º K
M O2 = 16 + 16 = 32
m O2 = 32 . 274
= 8768 gr
- Sebuah tangki berisi 8 kg gas oksigen pada tekanan 5 atm. Bila oksigen dipompa keluar lalu diganti dengan 5,5 kg gas karbondioksida pada suhu yang sama, berapakah tekanannya?
Penyelesaian:
p1 = 5 atm
p1 V1 = n1 R T1 T1 =
T2
p2 V2 = n2 R T2 V1 = V2
p2 = 2,5 atm
- Massa 1 mol air 10 kg. berapa jumlah molekul H2O dalam 1 gr berat air. Berapakah jarak rata- rata antara molekul pada tekanan 1,01 . 105 N m-2 dan pada suhu 500º K?
Penyelesaian:
p V =
n R T
v Jarak partikel- partikel dianggap
seperti bola, sehingga:
V = 4/3 p r3
134,4 . 10-26 = 4/3 . 3,14 r3
- Tekanan partial uap air pada suhu 27º C adalah 15 cm Hg. Berapa banyakya uap air yang terdaat dalam 1 m3 udara?
Penyelesaian:
p V =
n R T
Uap air (H2O) à M = 18
v Banyaknya m H2O = 0,079 . 18 = 0,1422 gr
